Rabu, 10 April 2013

Puasa Sunah dari Nabi

Secara syar’ie, puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan jima’, serta segala sesuatu yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat ibadah kepada Allah SWT.
Dengan puasa seseorang akan terlepas dari berbagai godaan syahwat di dunia dan terlepas dari siksa neraka di akhirat. Puasa pun ada yang diwajibkan dan ada yang disunnahkan. Setelah mengerjakan puasa wajib, alangkah baiknya jika kitamengerjakan puasa sunah, karena puasa sunah itu akan mampu menambal kekurangan pada puasa wajib. Di antara puasa sunah yang dianjurkan oleh nabi Muhammad saw, adalah puasa senin-kamis, puasa daud, puasa abyadh, dan puasa pada bulan sya’ban.

Nah...langsung aja kita bahas satu persatu beberapa puasa suna tersebut.

1.    Puasa Senin-Kamis
a.    Dalil Puasa Senin-Kamis
[Dalil pertama]
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”
[Dalil kedua]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”
[Dalil ketiga]
Dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.”
b.    Faedah Puasa Senin-Kamis
1)    Beramal pada waktu utama yaitu ketika catatan amal dihadapkan di hadapan Allah.
2)    Kemaslahatan untuk badan dikarenakan ada waktu istirahat setiap pekannya.

2.    Puasa Daud
a.    Dalil Puasa Daud
Dar Abdullah bin Amru berkata:

‏ ‏قال لي رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏أحب الصيام إلى الله تعالى صيام ‏ ‏داود ‏ ‏وأحب الصلاة إلى الله تعالى صلاة ‏ ‏داود ‏ ‏كان ينام نصفه ويقوم ثلثه وينام سدسه وكان يفطر يوما ويصوم يوما
“Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Dawud, adalah beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya, adalah beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Sementara dalam riwayat lain disebutan:
“Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata: Rasulullah saw.
dikabarkan bahwa aku pernah berkata akan selalu salat qiyam, akan berpuasa
pada siang harinya sepanjang hidupku. Kemudian Rasulullah saw. bertanya:
Betulkah engkau pernah bilang demikian? Aku menjawab: Betul, aku pernah
mengatakannya, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh engkau
tidak akan mampu melakukan yang demikian. Oleh karena itu berpuasalah dan
juga berbukalah. Tidurlah dan bangun malamlah. Berpuasalah tiga hari dalam
setiap bulan. Sebab, satu kebajikan itu nilainya sama dengan sepuluh
kebajikan. Dan yang demikian itu (puasa tiga hari dalam tiap bulan) nilainya
sama dengan puasa satu tahun. Lalu aku katakan kepada Rasulullah saw: Tetapi
aku mampu berbuat lebih dari itu. Beliau bersabda: Berpuasalah sehari dan
tidak puasa dua hari. Aku katakan kepada beliau: Tetapi aku mampu berbuat
lebih dari itu. Rasulullah saw. bersabda: Jika begitu, berpuasalah sehari
dan berbukalah sehari, itu adalah puasa nabi Daud as. dan itulah puasa yang
tengah-tengah. Kemudian aku berkata: Sungguh aku mampu berbuat lebih dari
itu. Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada yang lebih utama dari itu. Abdullah
bin Amru ra. berkata: Aku terima tiga hari sebagaimana yang dikatakan
Rasulullah saw. adalah lebih aku sukai dari istri dan hartaku.”
b.    Faedah Puasa Daud
Manfaat puasa daud akan berbeda-beda bagi setiap orang. Namun, berdasarkan hasil pengamatan, orang yang biasa melakukan puasa daud secara spiritual akan mampu mengendalikan emosi diri pribadi dan secara duniawi mengalami kemajuan dalam arti cukup sandang dan pangan.
3.    Puasa Baidh
Puasa mutih yang dimaksud disini adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qomariyah, bukan puasa yang hanya boleh berbuka dengan nasi putih dan air putih saja. Pada tanggal-tanggal tersebut bulan bersinar terang atau purnama.
a.    Dalil Puasa Baidh
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال
أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث صيام ثلاثة أيام من كل شهر ، وركعتي الضحى ،
 وأن أوتر قبل أن أنام

“Kekasihku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan,   dua rakaat shalat dhuha, dan  shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)
Lebih dianjurkan untuk berpuasa pada hari baidh yakni tanggal 13, 14 dan 15 bulan Islam (Qomariyah). Berdasarkan perkataan salah seorang sahabat radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
‏أخبرنا ‏ ‏عمرو بن يزيد ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏عبد الرحمن ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏شعبة ‏ ‏عن ‏ ‏الأعمش ‏ ‏قال سمعت ‏ ‏يحيى بن سام ‏ ‏عن ‏ ‏موسى بن طلحة ‏ ‏عن ‏ ‏أبي ذر ‏ ‏قال ‏
‏أمرنا رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏أن نصوم من الشهر ثلاثة أيام البيض ثلاث عشرة وأربع عشرة وخمس عشرة 
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpuasa pada tiga hari ‘baidh’: tanggal 13, 14 dan 15.” (Hadits Hasan, dikeluarkan oleh An-nasa’i dan yang lainnya).
b.    Faedah Puasa Baidh
1)    Setara dengan puasa setahun/sebulan
Dalam beberapa riwayat disebut setara puasa setahun dan dalam riwayat lainnya disebut  setara puasa sebulan. Maksudnya kalau puasa hanya tiga hari saja (satu bulan qamariah saja) maka setara dengan puasa sebulan, sedangkan kalau puasa tiga hari selama 12 bulan maka setara dengan puasa setahun, karena pahala puasa satu hari dilipatgandakan menjadi seperti puasa sepuluh hari.
2)    Menghilangkan kekeruhan hati
Kekeruhan hati terjemahan dari وَحَرَ الصَّدْرِ dalam buku-buku diterangkan artinya sebagai berikut: kekeruhan dan kekerasan hati,  kelemahan hati, godaan-godaaan hati,  kedengkian,  tipuan hati,  kemarahan,  permusuhan,  puncak kemarahan.
3)    Tidak pernah ditinggalkan oleh rasulullah
Rasulullah tidak pernah meninggalkan puasamutih, baik dalam keadaan bepergian ataupun mukim.

4.    Puasa Sya’ban
a.    Dalil Puasa Sya’ban
عَنْ ‏ ‏عَائِشَةَ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ‏ ‏قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ‏‏
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956).
Dan dalam riwayat Muslim No.1957 : “Adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Sya’ban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Sya’ban.”

b.    Faedah Puasa bulan Sya’ban
Bulan sya’ban biasanya digunakan oleh rasulullah untuk mengqdha’ puasa sunah yang beliau tinggalkan. Sementara Aisyah r.a menggunakannya untuk mengqadha’ puasa ramadhan yang telah ditinggalkannya lantaran haidh, dan karena kesibukannya melayani rasulullah, maka ia baru bisa mengqadha’ puasa pada bulan sya’ban tersebut. Karena kita diwajibkan untuk mengqadha’ puasa kita sebelum masuk bulan ramadhan berikutnya.
Demikian juga termasuk faedah dari puasa di bulan Sya’ban adalah bahwa puasa ini merupakan latihan untuk puasa Ramadhan agar tidak mengalami kesulitan dan berat pada saatnya nanti. Bahkan akan terbiasa sehingga bisa memasuki Ramadhan dalam keadaan kuat dan bersemangat.
Dan oleh karena Sya’ban itu merupakan pendahuluan bagi Ramadhan maka di sana ada pula amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan seperti puasa, membaca Al-Qur’an, dan shadaqah. Berkata Salamah bin Suhail: “Telah dikatakan bahwa bulan Sya’ban itu merupakan bulannya para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).” Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya’ban dia berkata: “Inilah bulannya para qurra’.” Dan ‘Amr bin Qais Al-Mula’i apabila masuk bulan Sya’ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur’an.

Dari pembahasan di atas, kita dapat mengetahui beberapa puasa sunah yang memang dianjurkan oleh nabi. Sehingga kita tidak ragu-ragu lagi dalam menjalankan puasa. Apalagi puasa adalah ibadah yang langsung dinilai oleh Allah seperti dalam hadist nabi berikut:
“Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknyakecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berteriak-teriak, dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi kesturi, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya)
Dari pembahasan di atas semoga kita juga dijauhkan dari puasa yang sebenarnya tidak dianjurkan oleh nabi. Seperti puasa menahun yang akan menyiksa diri kita atau puasa mutih yang disalah-artikan oleh beberapa orang dengan hanya berbuka dengan nasi dan air putih saja. Rasul tidak menganjurkan puasa yang demikian dan bahkan melarangnya.


Referensi

http://doktermuslim.wordpress.com/2010/02/13/merutinkan-puasa-senin-kamis/
http://micr0byt3.wordpress.com/2007/08/28/dalil-puasa-nabi-daud-as/
http://www.yanabi.com/Hadith.aspx?HadithID=24308
http://www.yanabi.com/Hadith.aspx?HadithID=18926
http://www.docstoc.com/docs/104627581/Kupas-Tuntas-Puasa-Daud
http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=571&idto=572&bk_no=80&ID=395
http://azfaazfa.blogspot.com/2011/10/khasiat-laku-puasa-mutih.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar